Seberapapun besar ruang yang Allah sediakan akan terasa sempit tanpa kelapangan hati***. Powered by Blogger.
RSS

*Indahmu meracuniku*

          Jarum jam di tanganku menunjukkan pukul 9 malam, tp rasa ini belum pengen pulang. aku dan nina masih menikmati malam dgn duduk di bunderan kotaku sambil memandang orang yang lalu lalang. Sementara tak jauh didepanku segerombolan pemuda-pemudi sedang bercanda-tawa asyik sekali, entah apa yang sedang mereka bahas.
'' lihat tuh mereka kayaknya lagi ngomongin kita dech'' bisik Nina padaku.
aku pun segera mengalihkan pandanganku pada segerombolan anak-anak tersebut. ''Hhhhmm...ngapain sich mereka itu,pada senyum-senyum gitu kaya orang gila'' jawabku tak perduli.
Tak lama kemudian seorang cewex salah satu dari mereka datang ke arahku.
 '' ma'af mbak boleh saya meminta nopenya, temen saya yang itu suka banget sama mbak, pengen kenal banget'' kata cewex itu sambil menyodorkan hpnya padaku. Aku dan nina saling pandang tak mengerti.
''yg mana sich..?? tanyaku pengen tau.
''yg pake T-sirt putih tuh'' kata cewex itu sambil menunjuk teman laki-laki yang dia maksud.
Dan laki2 itu pun tersenyum manis sambil menganggukkan kepala padaku.
 ''owh...ma'af ya saya gak bisa ngasih nope'' jawabku.
 ''ma'af''..! kataku tegas. ''pengecut banget minta nope koq nyuruh ajudan sgala..huufft'' batinku.
Cewex itu pun kembali bergabung bersama teman2nya.
 ''kenapa sich gak kamu kasih aja cowoxnya juga cute tau, baby face ha..ha..apalagi senyumnya tadi manis banget kamu aja yg gak peka.'' celetuk nina setelah cewex itu berlalu.
'' ach udah lah...pulang yuk !!'' ajakku sambil meraih tas bawaanku. Sekilas aku sempet melirik ke arah mereka sambil menganggukkan kepala sebelum beranjak pergi dari tempat itu. Mereka pun pada melambaikan tangan kecuali cowox tersebut, dia hanya diam.
Aku dan Nina berjalan menuju ke arah terminal tp baru beberapa meter aku melangkah tiba-tiba.....
''ngapain cepet-cepet pulang sich mbak..'' suara cowox tadi yang tau-tau sudah ada di sampingku.
Aku hanya tersenyum sambil terus melangkah dia pun tetap mengikutiku.
''ma'af mungkin saya mengganggu mbak tapi tolong minta nopenya donk buat nambah temen aja koq'' lanjutnya sopan.
''ma'af ya...saya gak bisa ngasih nope sama orang yg tidak saya kenal'' jawabku.
''bagaimana kita bisa kenal kalau mbak gak ngasih nope ke saya. please....saya mohon !'' kata cowox itu dengan wajah memohon sambil menyambar tanganku,,menggenggamnya dan kemudian menciumnya. Aku sempet kaget dan salah tingkah..takut ada yang lihat.
''kasih aja lah..kasian tau..!''  kata Nina yg sejak tadi jadi penonton.
Akhirnya aku pun memberikan numb hpku padanya.
Itulah awal pertemuanku....dalam waktu yang sebentar saja dia sudah mneguasai hatiku.
''Darling..sudah makan belum ? jangan lupa sholat di awal waktunya ya..? jangan pulang terlalu malam ya ? harus jaga kesehatan ya..love U, miss U and bla..bla..bla.....
stiap hari dia selalu menghiasi hari-hariku dgn kata-kata manis & romantis wajar kalau tanpa aku sadari aku smakin menyayanginya.
Tidak pernah terlewatkan hari liburku tanpa dia..dia..dan dia.
''Honey...kamu suka ya '' tanya dia di suatu minggu ketika dia mengantarku melihat-lihat tas dan sepatu di sbuah toko. Dan sebuah tas cantik serta sepasang sepatu pilihanku pun telah di jinjingnya dari kasir.
''ini untukmu sayank..'' kata pangeranku itu di suatu pagi yg indah di hari ulang tahunku.
sebuah jam tangan berbentuk lOve dari bahan stainless...bagus sekali.
''trimakasih keke '' begitulah aku memanggil pujaan hatiku ini.
hari demi hari begitu indah..aku di manjakannya dengan benda-benda cantik dan indah padahal aku tidak pernah memintanya. Tapi sebenarnya bukan karena benda-benda itu hatiku semakin terjerat tapi sikap lembut & perhatiannya benar2 telah menaklukkan keangkuhanku selama ini.
'' buka mulut kamu sayank...aaaa..'' suruhnya ketika kami makan siang di sbuah tempat makan langganannya. Aku sempet ragu untuk membuka mulutku karena malu takut di lihat orang tp setelah aku perhatiin orang-orang di meja makan yg lainpun telah sibuk dengan makanannya masing-masing akupun memberanikan diri membuka mulutku, dan sesumpit jamur lezatpun dia suapkan ke mulutku.
     ''kenapa sich kamu sering menaruh tanganmu seperti itu'' komentarnya ketika aku sedang duduk  sambil menyedekapkan kedua tanganku. ''emangnya itu berat ya..? sini aku bantuin nyangga..'' lanjutnya sambil matanya menunjuk ke arah T-sirt ketatku. ke arah buah dadaku. Semula aku sempet bingung tapi....ya ampun aku baru memahami maksud kata-katanya ternyata dia menunjuk ke arah buah dadaku yg sedikit terlihat kalau di lihat dari atas.
 ''iiiiihhhhh,,keke nakal acchh..''kataku sambil memukul kecil . Diapun tertawa-tawa




        

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS